TITRASI PERMANGANOMETRI

 Nama : Ariana Herawati

Nim : G1E121060

Link youtube : https://youtu.be/-gQdHHoh4yg


Komentar

  1. Dari literatur yang saya baca, standarisasi kmno4 itu dapat dilakukan dengan menggunakan natrium oksalat, dimana natrium oksalat ini bersifat basa lemah berbeda dengan sifat asam oksalat yang pada jurnal anda digunakan dalam standarisasi kmno4, apakah standarisasi kmno4 dengan asam oksalat memiliki kelebihan dari standarisasi kmno4 dengan natrium oksalat sehingga pada jurnal penelitian yang anda pakai menggunakan asam oksalat?
    https://www.researchgate.net/profile/Diana-Rakhmawaty-Eddy/publication/316745401_Perbandingan_Nanokristal_Titanium_Dioksida_Metode_Hidrotermal_dengan_P25_Degussa_untuk_Uji_Fotokatalitik_Arsenik/links/5b9f978145851574f7d1cdec/Perbandingan-Nanokristal-Titanium-Dioksida-Metode-Hidrotermal-dengan-P25-Degussa-untuk-Uji-Fotokatalitik-Arsenik.pdf

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menggunakan asam oksalat karena senyawa yang akan diuji merupakan senyawa organic, seperti pada jurnal ini dijelaskan bahwa penetapan metode untuk pengujian kandungan senyawa organik dilakukan dalam suasana asam. Prinsipnya yaitu sampel yang diduga mengandung senyawa organik (permanganat) dioksidasi oleh KMnO4 secara berlebih dalam suasana asam dan panas, sisa dari KMnO4 direduksi oleh asam oksalat berlebih, kelebihan asam oksalat dititrasi kembali menggunakan KMnO4
      https://journal.uii.ac.id/IJCA/article/view/12015

      Hapus
  2. Dari video anda dijelasian tentang permanangometri bagaimana cara kerja titrasi permanganometri?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

UAS IMUNOLOGI DAN SEROLOGI